2. Bejana Tekan

Secara umum, pengertian bejana adalah sebuah  sebuah benda yang berongga yang dapat diisi dengan zat cair dan dapat digunakan sebagai wadah bagi zat cair tersebut. contoh : bak dan tabung. Dalam fisika, khususnya pada materi tekanan fluida dimana tekanan itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tekanan pada zat padat, tekanan pada zat cair, dan tekanan pada zat gas atau tekanan pada udara

Bejana Tekan adalah tabung tertutup yang berbentuk silinder, verfungsi sebagai wadah penampung yang dapat menahan internal pressure (tekanan dalam) maupun external (tekanan luar). Bejana tekan (pressure vessel) sebagai wadah sebagai penampung fluida, baik cair maupun gas. Bejana tekan merupakan salahsatu alat proses suatu industri yang penting, khusunya untuk industri kimia, perminyakan dan pembangkit listrik seperti pada pembangkit tenag nuklir. Pada industri tersebut, bejana tekan yang digunakan biasanya memiliki tekanan tinggi.

Potensi Bahaya menggunakan Bejana Tekan

1. Bahaya terhadap potensi keracunan dan iritasi

Banyak zat jenis gas yang tentunya memiliki sifat beracun dan berbahaya sekali bagi makhluk hidup karena dapat meracuni darah dalam tubuh melalui saluranpernapasan, merusak paru paru maupun organ tubuh lainnya seperti kulit, mata, dan yang lain. Gas-gas beracun bila terhirup melalui pernapasan dalam kadar tertentu yang relative kecil dapat mengakibatkan kematian seperti Chlorine, Sulfur Dioxide, Hydrogen Cydrogen Sulfide, Carbon Monoxide Ammoniak dan sebagainya. Orang-orang yang karena pekerjaannya berhubungan dengan gas-gas beracun maupun yang dapat menimbulkan iritasi harus cukup terlatih dan memahami bahaya yang ditimbulkannya dan mengetahui serta melaksanakan cara-cara pelaksanaan pekerjaan yang aman.

2. Bahaya terhadap kebakaran pada tabung bejana

beberapa gas memiliki sifat mudah terbakar, bila tercampur dengan oksigen atau udara normal serta sumber panas saja dapat menimbulkan kebakaran atau ledakan misalnya: asetylene, hydrogen, elpiji, carbon monoxide, methane dsb.  Disamping itu juga terdapat gas-gas yang reaktif yang bila bertemu dengan zat tertentu akan menimbulka reaksi dan panas yang menimbulkan kebakaran atau ledakan. Contoh gas-gas yang reaktif adalah Chlorine yang dapat bereaksi dan terbakar dengan zat-zat organic pada udara normal.

Gas Oksigen dapat menimbulkan reaksi isothermis dan menimbulkan api maupun ledakan bila tercampur dengan bahan bakar, minyak atau pelumas maupun gemuk. Beberapa jenis gas yang apabila ditempatkan didalam botol atau tangki gas dapat bereaksi sendiri apabila mendapat sumber panas dari luar maupun goncangan, sehingga merangsang timbulnya reaksi pada gas didalamnya yang dapat mengakibatkan ledakan. Contoh gas seperti ini adalah Acetylene, Methyl Propodine, Vinyl Chloride dan sebagainya.

3. Bahaya terhadap pernapasan tercekik (Asphyxsia)

Sejumlah jenis gas tertentu yang tampaknya tidak berbahaya karena tidak beracun dan tidak dapat terbakar, seperti gas Argon, Nitrogen, Carbon Dioxide, Helium dan gas inert lainnya. Sebenarnya dapat mengakibatkan kematian apabila gas tersebut telah memenuhi ruangan tertutup sehingga Oxiygen dalam ruang tersebut tidak cukup lagi memenuhi kebutuhan pernapasan. Gas-gas tersebut disebut juga gas inert. 

Gas-gas inert ini bila terhirup dapat mengakibatkan orang menjadi lemas tanpa sadar dan bila tidak ada pertolongan secepatnya dapat menimbulkan kematian. Memasuki ruangan-ruangan tertentu seperti ruang pengawasan, tangki penyimpanan, gudang, lubang dalam tanah dan sebagainya harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh demi menjaga keselamatan bagi pekerja.

4. Bahaya terkena cairan sangat dingin (Cryogenic)

Untuk kebutuhan industri dan penghematan ruang penyimpanan, maka gas disimpan dalam bentuk cairan dengan suhu yang sangat dingin antara -103 0C sampai dengan -2680C pada tekanan sekitar 15 kg/cm2. Apabila terkena dengan cairan yang sangat dingin, maka cairan tersebut seketika akan menyerap panas tubuh yang terkena sehingga mengakibatkan luka seperti terkena luka bakar dan merusak jaringan tubuh, luka yang parah dapat mengakibatkan kematian bila tidak mendapatkan pertolongan segera.

5. Bahaya terhadap peledakan

Semua jenis gas bertekanan yang tersimpan didalam botol baja maupun tangki gas mempunyai bahaya meledak karena ketidakmampuan kemasan dalam menahan tekanan gas yang ada didalamnya. Tekanan gas yang ada didalam botol baja akan naik karena gas berekspansi (mengembang) bila menerima sumber panas dari luar tabung maupun dari dalam tabung itu sendiri ataupaun karena adanya cacat botol baja yang pada akhirnya tidak mampu menahan tekanan karena pecah meledak atau karena system pengaman botol seperti safety valve atau bursting disk dan lain-lain tidak bekerja dengan baik atau spesifikasinya tidak sesuai dengan standar sebagaimana mestinya.

Disamping itu gas bertekanan dapat meledak disebabkan karena menurunnya kekuatan tabung akibat korosi maupun benturan-benturan pada bejana yang melampaui batas-batas toleransi, sehingga tabung gas dalam tekanan penyimpanan yang normal dapat meledak secara tiba-tiba.

Mengapa bejana bisa meledak? tentunya dengan tekanan yang tidak dapat ditampung akibat lapisan atau dinding bejana tersebut tidak sesuai atau terlalu tipis, namun apakah bejana bisa diukur ? apa alat ukur yang dapat mengukur tingkat ketebalan pada bejana agar meminimalisir terjadinya kebocoran bahkan hingga menyebabkan ledakan yang tentunya sangat merugikan suatu perusahaan. 

Coating Thickness Gauge CM8825FN

Coating thickness Gauge CM8825FN solusinya. Meteran ketebalan lapisan CM-8825FN menaklukkan kesulitan pengukuran lapisan ketebalan non-destruktif pada basis magnet dan non-magnetik yang dapat digunakan pada banyak aplikasi bahkan pada aplikasi yang memerlukan ketepatan yang lebih tinggi. Ini adalah meteran kasar yang paling canggih dan berkualitas tinggi yang menggunakan induksi magnetik dan prinsip arus eddy untuk mengukur ketebalan lapisan magnetik pada dasar nonmagnetik serta lapisan nonmagnetik pada basis magnetik. Ringan dan dilengkapi dengan BUILT-IN F & NF probe ini melakukan hasil kecepatan tinggi dan akurat pada mode pengukuran tunggal atau kontinyu dan mencakup rentang 0-1250um atau 0-50mil.

 Coating Thickness Gauge

Probe F (Magnetic Induction) mengukur ketebalan lapisan pelapis non magnetik pada substrat magnetik dan banyak digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan galvanisasi, lapisan pernis, lapisan enamel porselin, lapisan fosfida, ubin tembaga, ubin aluminium, beberapa ubin paduan, kertas dan banyak bahan lainnya seperti aluminium, krom, tembaga, enamel, karet, pernis, pewarna, bubuk, pernis & cat pada substrat magnetik seperti baja, besi, nikel, paduan dan baja tahan karat magnetik. Sementara

Probe NF (Eddy Current) mengukur ketebalan lapisan pelapis nonkonduktif pada substrat non-ferrous dan paling sering digunakan pada anodisasi, pernis, cat, enamel, pelapis plastik, dan serbuk yang diterapkan pada baja aluminium, kuningan, non-magnetik dan stainless. seperti enamel, karet, nyeri, pernis, lapisan anodik oksida plastik yang dilapisi substrat non-ferrous seperti aluminium, kuningan, seng, timah dan baja tahan karat non-magnetik.

Selain itu, ingatlah bahwa keamanan pengguna harus selalu dilakukan terlebih dahulu dan oleh karena itu kami memastikan bahwa produk kami sesuai dengan semua standar keselamatan dan kesehatan yang dipersyaratkan oleh European Directives serta melengkapi ISO-2178 dan ISO-2360 , DIN, ASTM dan BS menetapkan standar. Raih manfaat fleksibilitas dari CM-8825FN nirkabel. Perangkat sederhana, tahan lama, akurat dan serbaguna yang memiliki performa lebih halus & fungsional!


08111599899
WhatsApp WhatsApp us